Perbandingan antara Fa’il ( Predikat ) dan Maf’ul bih ( Objek )

17 Maret 2012 pukul 5:08 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar

Contoh :

1. Kuda menarik roda (semacam gerobak)

2. Anak laki-laki memetik bunga

3. Fatimah mengikat kambing muda

4. Petani menyiram bibit tanaman

5. Pemain melemparkan bola

6. Polisi mengepung pencuri

 

Kesimpulan:

Kita tahu dari pembahasan terdahulu dan dari memperhatikan contoh di atas bahwa:

1. Setiap fa’il dan maf’ul itu adalah isim

2. Fa’il adalah yang mengerjakan sutu perbuatan

3. Maf’ul bih adalah yang dikenakan suatu perbuatan

4. Akhir kata fa’il harus dirafa’kan

5. Akhir kata maf’ul bih harus dinashabkan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: