Maf’ul Bih ( Objek )

16 Maret 2012 pukul 5:59 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar

 

Contoh :

1. Murid itu mengikat tali

2.Anak perempuan melipat baju

3. Serigala memakan domba

4. Orang yang lomba memperoleh hadiah

5. Rubah berburu ayam

6. Tukang daging menjual daging.

Pembahasan:

Setiap kalimat pada contoh di atas disusun oleh satu fi’il dan dua isim. Isim yang pertama dinamakan “fa’il” karena perbuatan itu dikerjakan olehnya. Apabila kita perhatikan pada 3 contoh pertama kita akan lihat bahwa isim yang kedua pada setiap contoh yaitu: الحَبْلَ” ، الثَّوْبَ “ الخَرُوْفَ adalah yang dikerjakan suatu perbuatan (objek). Maka kata kerja seperti “mengikat” yang dilakukan oleh murid terjadi terhadap tali, dan melipat yang dilakukan anak perempuan dilakukan terhadap baju, dan makan yang dilakukan oleh serigala dilakukan terhadap domba. Semua ini adalah fa’il. Dan الحَبْلَ” ، الثَّوْبَ “ الخَرُوْفَsetiap sesuatu yang terjadi padanya suatu perbuatan dinamakan dengan maf’ul bih (objek). Jika kita perhatikan pada akhir kata maf’ul bih kita akan melihat bahwa ia dinashabkan.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: