Bagian-Bagian Kalimat

8 Maret 2012 pukul 11:11 am | Ditulis dalam Nahwu, semua | Tinggalkan komentar

Contoh-contoh:

1. Ibrahim menunggangi kuda

2. Ismai’l bermain-main dengan kucing

3. Petani memanen gandum

4. Domba memakan buncis dan jelai (sejenis gandum)

5. Aku mendengarkan nasihat

6. Cahaya bersinar di dalam kamar

7. Perahu berjalan di atas air

8. Apakah kamu menyukai perjalanan?

Kita mengetahui pada pembahasan sebelumnya bahwa jumlah mufidah tersusun dari bagian-bagian yaitu kata-kata. Kita akan mengetahui pada pelajaran ini macam-macam kata. Kita katakan:

Jika kita membahas kalimat di atas kita akan mendapati bahwa kata ibrohim, isma’il, dan الفَلاح(petani) adalah macam-macam penamaan terhadap orang dan kata الحِصَان (kuda), القِطٌ”(kucing), dan الشَاة (domba) adalah macam-macam hewan, dan kata القَمْح (gandum),الفُوْل (buncis), dan (jelai) “الشعِيْر” adalah macam-macam tumbuhan, dan kata الحُجْرَة”(ruangan), “السَّفِيْنَة (perahu), dan المَاء” (air) adalah macam-macam benda mati, dan adapunالنصِيْحَة (nasihat), النوْر (cahaya), dan السفَر (perjalanan), adalah lafadzh-lafadzh yang dengannya dinamakan macam-macam yang lain. Oleh karena itu setiap kata ini disebut dengan ISIM (kata benda). Begitupun setiap kata yang digunakan untuk menamakan manusia, hewan, tumbuhan, benda mati dan hal-hal lainnya maka disebut isim.

Kemudian jika kita perhatikan lagi contoh kalimat di atas kita akan mendapati kata: رَكِبَ (telah mengendarai), يُدَاعِبُ (sedang bermain-main), يَحْصُدُ (sedang memanen), dan تَأْكُلُ” (sedang memakan), semuanya menunjukkan atas suatu pekerjaan pada zaman tertentu. Maka kataرَكِبَ menunjukkan makna pekerjaan pada masa lalu (past tense), dan kata يُدَاعِبُ dan sisanya menunjukkan atas pekerjaan yang sedang dilakukan (present continous tense) atau akan dilakukan (future tense). Oleh karena itu kata-kata ini dinamakan FI’IL (kata kerja)

kemudian jika kita perhatikan lagi kita akan mendapati bahwa kalimat: (di dalam) فِي ,(di atas)عَلا، dan (apakah) هَلْ apabila diucapkan sendiri, tidak dipahami makna sempurna. Namun jika dimasukkan ke dalam suatu kalimat, maka akan menjadi jelas maknanya. Setiap kata-kata ini dinamakan dengan HURUF.

KAIDAH:

 Kata itu ada tiga: Isim, FI’il, dan Huruf

a. Isim: Setiap lafadzh yang digunakan untuk menamakan manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, dll.

b. Fi’il : setiap lafadzh yang menunjukkan suatu pekerjaan pada masa tertentu

c. Huruf : setiap lafadzh yang tidak sempurna maknanya kecuali jika digabungkan bersama lainnya (dalam suatu kalimat)

About these ads

Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada pos ini. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat website atau blog gratis di WordPress,com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: